Anomali Marketing Session 2

Dinihari ini, tulang-tulang saya digigit bekunya angin malam. Kegiatan rutin saya memang mengupload data dari klien-klien web.

Tulisan ini menyambung dari anomali marketing, bukan untuk menggurui namun niatan saya hanyalah berbagi. Sungguh tidak enak kala kita menjadi egois dan pelit ilmu, apalagi harta he-he-he.

Baiklah, di Anomali Marketing Sesi 1 kita sudah membahas satu contoh lanskap bisnis yang kini sudah almarhum, yakni bisnis WARTEL. Jika anda belum membaca, sebaiknya luangkan waktu untuk jenak senam mata.

Empat atau lima tahun silam, tepatnya di kurun 2009-2010 saya pernah menjadi General Manager di dua cabang warnet, Blast Net di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Di perusahaan ini saya banyak belajar. Yang paling penting adalah mengamalkan ilmu manajemen internasional yang saya peroleh di Hotel Hyatt Regency Yogyakarta sebagai waiter dan bartender.

Selain ilmu manajemen, di warnet Blast Net saya juga mengaplikasikan ilmu-ilmu dari suhunya marketing Pak Hermawan Kartajaya, Yushwohadi dll.

Saya juga menerapkan ilmu kreatif dari bukunya mentor saya Mas Yoris Sebastian di buku Creative Junkies. intinya, beberapa disiplin ilmu dan pengalaman bekerja di hotel Hyatt saya terapkan di Blast net, dan alhamdulillah saat itu bisnis warnet memang masih kondusif.

Income stabil, meski pada awal sebelum saya memegang kendali warnet, ada banyak tantangan dari pesaing.

Lalu, badai mulai menghantam perahu bisnis kami. Angin badai yang mulai menerpa itu bernama hp NEXIAN. HP low-end yang mem-bench-mark hp pintar BlackBerry.

Sebelum datang hp Nexian, saban hari warnet kami yang ada di bilangan wilayah kampus UNSIL (Universitas Siliwangi) Tasikmalaya. senantiasa ramai oleh user (pengunjung), ada yang minta dibikinkan facebook, update status,cari makalah, ngeprint.

Lambat laun, warnet mulai sepi pengunjung. Ternyata dengan hp Nexian di tangan sudah bisa update status di FB. Warnet kami yang dulunya ramai kemudian sepi. Hanya tinggal user yang mencari makalah dan ngeprint saja yang datang ke warnet.

Saat itu insting saya mulai mencium aroma bahwa sebentar lagi bisnis warnet akan kolaps. Bahkan saat itu laptop dan modem masih di luar jangkauan.

Whoap… sahur dulu. Insyaallah tulisan ini akan berlanjut ke sesi berikutnya. Tetap ikuti jejaknya ya….

Bogor, dinihari 03:31 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s